"Welcome to Awing's Blog"

___Senyum Itu Indah___

Rabu, 04 Agustus 2010

Mutiara Qalbu

Kewajiban Mencari Ilmu

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

"Tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu menjaga dirinya". (QS. At-Taubah: 122)

Dalam ayat tersebut Allah menjelaskan bahwa tidak perlu semua orang berangkat ke medan perang. Sebagian berangkat bekerja ke ladang, pabrik, dan sebagian menekuni ilmu serta mendalami ilmu-ilmi agama islam. Hal ini dimaksudkan agar setelah selesai kembali ke masyarakat, mereka dapat menyebarkan ilmu tersebut serta menjalankan dakwah islamiyah dengan cara dan metode yg baik sehingga mencapai hasil yg lebih baik pula.
Karena ayat ini menerapkan bahwa fungsi ilmu adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, mensejahterakan umat dan mensyiarkan ajaran-ajaran agama islam, mereka tidak dibenarkan bila ada orang islam yg menuntut ilmu pengetahuan hanya untuk mengejar pangkat, mencari gelar dan keuntungan pribadi semata. Orang-orang yg telah memiliki ilmu pengetahuan haruslah menjadi mercusuar dan suri tauladan bagi  umatnya, khususnya bagi orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian dapat diambil suatu pengertian bahwa dalam bidang ilmu pengetahuan, setiap orang mukmin mempunyai 3 macam kewajiban, yaitu menuntut ilmu, mengamalkannya dan mengajarkannya kepada orang lain.
Islam sangat menghargai orang-orang yg berjuang di bidang ilmu pengetahuan, disamakan derajatnya dengan orang-orang yg berjuang di medan perang dan orang yg beribadah.

Dalam Hadits dinyatakan:

"Dari Abu Darda r.a. berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: siapa yg bepergian menuntut ilmu Allah akan memudahkan jalan ke surga. Sesungguhnya para malaikat merendahkan sayapnya bagi orang yg menuntut ilmu pengetahuan sebagai bukti keridhaan atas apa yg diperbuat oleh orang yg menuntut ilmu, semua makhluk yg ada di langit dan di bumi, hingga ikan dan air niscaya memintakan ampunan kepada orang yg 'alim'. Keutamaan orang 'alim' dengan orang lain yg beribadah (tanpa ilmu) diibaratkan bagaikan kelebihan bulan atas bintang, dan ulama adalah pewaris Nabi. Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham akan tetapi mereka mewariskan ilmu. maka siapa yg memanfaatkan kesempatan ini berarti dia mengambil bagian yg sempurna". (HR. At-Turmudzi dan Abu Daud)

Hadits ini menjelaskan kepada kita bahwa betapa besarnya anugerah yg diberikan kepada orang-orang yg mendalami ilmu, baik sebagai pengajar maupun sebagai pelajar. Hal ini sangat logis, sebab pemahaman terhadap agama akan menjadi sempurna manakala didukung oleh ilmu pengetahuan.
Tugas umat islam adalah untuk mempelajari agamanya dan mengamalkannya dengan baik, serta menyampaikannya kepada orang lain.

Rasulullah SAW bersabda: "Sampaikanlah olehmu(apa-apa yg telah kamu peroleh) dariku, walau hanya satu ayat".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar